Aku akan bertanya tentang ini dengan ketidak pahamanku.
Aku akan menulis ini dengan polos. Sepolos polosnya. Sepolos anak umur 3 tahun yang bertanya kepada ayah dan ibunya tentang darimana dia berasal.
Dengan gamblang. Segamblang gamblangnya. Segamblang ruangan penuh kaca tembus pandang, tak ada ruang untuk sembunyi barang sejengkal.
Kenapa makin hari kau makin sering berkeliaran di fikiranku?
Kenapa semuanya, semesta alam seakan akan mengingatkan aku pada dirimu?
Kenapa namamu begitu menjeplak di lidahku?
Kenapa kau mengambil alih semua konsentrasiku?
Kenapa bayanganmu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi?
Kenapa kau muncul di setiap lamunanku?
Kenapa semua kata terucap semuanya mengerecut dan kau adalah ujung kerucut kata kataku.
Kenapa aku mengamatimu?
Kenapa aku menantimu?
Kenapa aku selalu haus akan sapamu?
Kenapa selalu muncul wajahmu disitu?
Kenapa senyumku berbeda kalau itu tentang dirimu?
Kenapa semuanya menjadi berbeda dengan embel embel.. "kamu"
Kenapa kamu?
Kenapa aku?
Aku menulis ini dengan ketidakpedulianku.
Ketidakpedulian tentang kenapa ini, kenapa itu, kenapa aku, kenapa kamu, dan tentang pertanyaan yang paling melumpuhkan otakku.
Apakah kau mempertanyakan hal yang sama denganku?
gua ya nan
ReplyDeleteastagah pede maksimal kau upil hahahha
ReplyDelete